Minggu, 26 Juni 2011

Hari Kiamat

Pengetahuan tentang hari kiamat itu perkara ghaib yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Qur’an dan Hadits.
Pengetahuan tentang kiamat adalah masalah yang dirahasiakan oleh Allah, dan tidak diperlihatkan kepada makhluk seperti malaikat, nabi dan rasul. Tidak ada satupun manusia yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi, kecuali Allah swt. Rasulullah saw sering menyebut kiamat dan permasalahannya, maka banyak orang yang bertanya tentang waktu ( kapan ) terjadinya kiamat. Rasulullah menceritakan kepada mereka bahwa itu adalah masalah ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, dan ayat Al Qur’an diturunkan untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu termasuk perkara yang dirahasiakan, sebagaimana firman Allah:

“ Mereka menanyakan kepadamu ( Muhammad ) tentang kiamat, kapankah terjadinya? Katakanlah,” Sesunguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Tuhanku. Tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan waktu datangnya selain Dia. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu selain dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui !.” ( QS Al A’raaf: 187 )

Allah memerintah Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan kepada manusia, bahwa pengetahuan tentang kiamat itu hanya Allah yang mengetahui. Tidak ada yang mengetahui datangnya kiamat, baik makhluq yang ada di bumi maupun di langit.
Allah swt berfirman:

“ Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu ( hai Muhammad ), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” ( QS Al Ahzab: 63 )
Allah berfirman:

“ ( Orang-orang kafir ) bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu ( maka ) dapat menyebutkan ( waktunya )? Kepada Tuhanmu-lah dikembalikan kesudahannya ( ketentuan waktunya ).” ( QS An Naazi’at: 42-44 )

Karena itu, ketika Jibril a.s. bertanya kepada Rasulullah saw tentang kiamat sebagaimana keterangan dalam hadits yang panjang, Nabi saw bersabda,” Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” ( Musnad Ahmad 5/ 189 hadits nomor 3556 ). Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw saja tidak mengetahui kapan waktu terjadinya hari kiamat. Bahkan Nabi Isa a.s. juga tidak mengetahui kapan terjadinya kiamat, padahal turunnya Isa itu berdekatan dengan kiamat dan itu termasuk tanda-tanda kiamat besar.

 
Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda,” Saya bertemu Ibrahim, Musa dan Isa ketika saya diisra’kan.” Beliau lalu melanjutkan,” Mereka ( Ibrahim, Musa, Isa ) membicarakan masalah kiamat. Mereka menyerahkan masalahnya kepada Ibrahim, lalu beliau ( Ibrahim ) menjawab,’ Saya tidak mengerti.’ Kemudian mereka menyerahkan kepada Musa. Beliau ( Musa ) pun menjawab,’ Saya tidak mengerti.’ Kemudian diserahkan kepada Isa. Isa a.s. lalu menjawab,’ Adapun kepastiannya, tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya kecuali Allah, dan Tuhanku memperlihatkan bahwa Dajjal akan keluar.’ Beliau ( Isa ) berkata,’ Dan saya membawa dua potong dahan. Maka jika dia ( Dajjal ) melihatku, dia akan hancur seperti timah.’ Rasulullah saw bersabda,” Maka Allah akan membinasakannya.” ( Musnad Ahmad 5/ 289 Hadits nomor 3557, ditahqiq Ahmad Syakir dan dikatakan “ isnad”nya shahih. )

Mereka, para Nabi yang bergelar Ulul Azmi saja, tidak mengetahui kapan kiamat terjadi. Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a., dia berkata,’ Saya mendengar Nabi saw bersabda ( sebulan sebelum beliau wafat ),” Engkau bertanya kepadaku tentang kiamat? Pengetahuan tentang kiamat itu hanya bagi Allah, dan saya bersumpah demi Allah tidak ada di atas bumi, manusia yang masih hidup setelah seratus tahun lagi ( yang sekarang ia masih hidup ). ( Shahih Muslim, kitab “ Keutamaan Shahabat” Bab penjelasan sabda Nabi seratus tahun lagi tidak manusia yang hidup ( yang pada waktu Nabi saw bersabda, beliau masih hidup ) 16: 90-91 ). Maksudnya hadits ini untuk menghilangkan dugaan kemungkinan Nabi saw mengetahui datangnya hari kiamat setelah ditanya Malaikat Jibril tentang kiamat itu.

Imam Ibnu Katsir berkata,” Inilah Nabi yang ummi, kepala para utusan dan Nabi yang terakhir, Nabi pembawa rahmat, penerima taubat, Nabi yang diikuti dan yang mengumpulkan manusia pada hari kiamat sebagaimana dikatakan dalam hadits shahih dari Anas r.a. dan Sahal bin Sa’id r.a.,” Saya diutus dan kiamat seperti dua perkara ini”. Lalu beliau menghimpun jari telunjuk dan jari tengahnya. Dan bersamaan dengan ini semua, Allah telah memerintahkan untuk mengembalikan masalah kiamat ini kepada Allah, apabila beliau ditanya tentang hari kiamat. Allah SWT berfirman:

“ Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” ( QS Al A’raaf: 187 )

Dan barangsiapa yang menduga bahwa Nabi saw mengetahui kapan kiamat terjadi, maka dia amat bodoh karena Al Qur’an dan hadits menolak pendapat itu.
Ibnul Qayyim berkata,” Dan sungguh berdusta secara terang-terangan bagi orang yang menduga pada saat ini bahwa dirinya mengetahui kiamat. Hal ini disebabkan dia belum puas dengan penjelasan Rasulullah saw tentang kapan terjadinya hari kiamat. Maka perlu dikatakan kepadanya bahwa Rasulullah saw bersabda dalam kitab Jibril,” Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.
Ibnu Katsir berkata,” Apa yang tertera dalam kitab cerita Israiliyat dan ahli kitab tentang batasan ribuan dan ratusan tahun, banyak ulama yang menyalahkan, dan itu memang sikap yang tepat.” Memang terdapat sebuah hadits,” Umur dunia itu ibarat sejum’at dari beberapa jum’at di akhirat.” Hadits ini sanadnya tidak shahih, demikian juga semua hadits yang menerangkan tentang batasan umur dengan pasti mengenai hari kiamat. ( An Nihayah ).

Sebagaimana orang tidak mengetahui kapan hari kiamat terjadi, maka dia juga tidak mengetahui kapan munculnya tanda-tanda kiamat. Dan jika ada keterangan atau suatu pernyataan kiamat akan terjadi pada tahun sekian, tahun sekian, bulan ini itu, maka itu pasti dan sangat pasti itu tidak benar,dusta besar, bohong besar.

Imam Qurthubi berkata,” Bahwa segala yang diceritakan oleh Nabi saw tentang fitnah dan peristiwa dunia dan ketetapan tahun terjadinya itu membutuhkan jalan ( sanad/ riwayat ) yang benar dan meyakinkan, seperti waktu terjadinya kiamat, maka tidak ada satu orang manusiapun yang mengetahui pada tahun kapan atau bulan apa. Adapun terjadinya kiamat pada hari Jum’at ( sama dengan saat penciptaan Adam a.s. ) itu adalah pada masa terakhir. Akan tetapi hari Jum’at yang mana, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Begitu juga ketentuan tanda-tanda zaman, tidak ada yang tahu kecuali Allah Yang Maha Mengetahui. ( Tadzkiroh Fii Ahwal Al Manta wa Umur Al Akhirah hal 678 karya Al Qurthubi ). Wallohu a’lam.

Wanita-wanita Yang Berpakaian Tetapi Telanjang

Tanda-tanda kiamat berikutnya adalah akan munculnya sikap kaum wanita yang keluar atau menyimpang dari adab syari’at, yaitu dengan mengenakan pakaian yang tidak menutup auratnya, menampakkan perhiasan dan rambutnya, dan menampakkan bagian-bagian tubuhnya yang wajib ditutup. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr r.a., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:

“ Pada generasi belakangan ummat ini akan ada orang-orang laki-laki yang naik pelana kuda yang menyerupai pelana unta ( ditafsirkan oleh sebagian ulama: kendaraan-kendaraan masa kini seperti mobil ), lantas turun di pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka berpakaian tetapi telanjang, rambut kepala mereka bagaikan kelasa unta yang tinggi. Laknatlah mereka, karena mereka adalah wanita-wanita terlaknat. Kalau di belakangmu ( sesudahmu ) nanti masih ada umat-umat lain, niscaya wanita-wanita kamu akan melayani wanita-wanita mereka, sebagaimana kamu dahulu dilayani oleh wanita-wanita bangsa-bangsa sebelum kamu.” ( Hadits Riwayat Ahmad-Musnad Ahmad 12:36, hadits nomor 7083 dengan tahqiq Ahmad Syakir. Beliau berkata: ,” isnadnya shahih.” ).
Dan di dalam riwayat Al Hakim dengan susunan redaksional sebagai berikut:

“ Pada generasi akhir umat ini akan ada orang-orang yang naik kendaraan yang empuk hingga datang ke depan pintu-pintu masjid mereka, dan wanita-wanita mereka berpakaian seperti telanjang.” ( Mustadrak Al Hakim 4:436. Beliau berkata,” Ini adalah hadits shahih menurut kriteria Imam Syaikhani ( Bukhari dan Muslim ), hanya saja mereka tidak meriwayatkannya.” Imam Adz Dzahabi berkata,” ‘Abdullah ( yakni Al Fatani ), meskipun dijadikan hujjah oleh Imam Muslim, tetapi dia dilemahkan ( dhaif ) oleh Abu Daud dan Nasai. Dan Abu Hatim berkata,” Dia hampir sama dengan Ibnu Luhai’ah.” )

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“ Ada 2 golongan ahli neraka yang belum saya lihat sekarang, yaitu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk memukuli manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan miring rambutnya seperti kelasa unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan bahkan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga itu dapat tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” ( Shahih Muslim, Bab Jahannam A’aadzallaahu Minha 17:190 ).

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. juga, dia berkata:
“ Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah……akan bermunculan pakaian-pakaian wanita ( mode, fashion ) dan jika mereka kenakan, kondisinya seperti telanjang.” ( Al Haitsami berkata,” Sebagian isinya diriwayatkan dalam kitab-kitab shahih, dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi shahih kecuali Muhammad bin Al Harits bin Sufyan, dan itu kepercayaan.” Vide: Majma’uz Zawaid 7:327 )
Hadits-hadits ini merupakan sebagian dari mukjizat Nabi saw. Apa yang beliau sabdakan itu telah terjadi pada masa sebelum kita ini dan masa sekarang lebih banyak dan lebih dahsyat lagi.

Nabi saw menamakan kelompok wanita seperti ini sebagai wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Karena mereka mengenakan pakaian tetapi pakaian mereka tidak berfungsi untuk menutup aurat lantaran tipisnya seperti kebanyakan wanita sekarang. ( Al Halal wa Al Haram Fi Al Islam, Hal 83, Dr Yusuf Al Qaradhawi, cet 12 thn 1398 H, Al Maktab Beirut & Damascus )

Dan ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al Kaasiyaat Al ‘Aariyaat ( berpakaian tetapi telanjang ) ialah mereka yang mengenakan pakaian pada tubuhnya tetapi kerudungnya diikatnya ( tidak dipakai ) lagipula pakaiannya sangat sempit dan ketat sehingga menampakkan bentuk dan lekuk-lekuk tubuhnya dan tampak menonjol payudara dan pantatnya, atau sengaja dibukanya sebagian tubuhnya. Karena itu, kelak mereka akan mendapatkan siksaan di akhirat. ( Syarah Muslim 19:190 ).

Nabi saw mengumpulkan sifat-sifat wanita ini dengan mengatakannya sebagai wanita “ yang berpakaian tetapi telanjang” dan “ miring atau doyong dan memiringkan dan berlanggak-lenggok yang menata rambutnya seperti kelasa unta yang miring.” Sinyalemen beliau saw ini merupakan pemberitaan terhadap hal-hal yang terjadi pada masa sekarang ini, seakan-akan beliau saw melihat zaman kita ini lantas menerangkan kondisinya yang bakal terjadi terhadap kita. Pada masa sekarang ini, begitu banyak tempat-tempat yang khusus untuk penataan dan merias rambut dengan berbagai bentuk dan model seperti salon-salon kecantikan. Di tempat seperti itu, justru yang bekerja sebagai penata rambutnya adalah kaum laki-laki. Tidak cukup di situ, hari ini kaum wanita pun banyak yang tidak puas dengan keadaan rambutnya yang asli. Untuk itu, mereka membeli rambut palsu untuk disambungkan dengan rambut aslinya supaya tampak lebih cantik dan modern.

Selasa, 21 Juni 2011

WAHYU TERAKHIR KEPADA RASULULLAH SAW

Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata:

"Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."
Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah s.a.w. pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril a.s.. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna." 
Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah s.a.w. itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda."

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah s.a.w. tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah s.a.w. melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "YaRasulullah s.a.w., Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?." Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah s.a.w., 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah s.a.w. sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]."

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. untuk mengambil tongkat beliau. "Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w.telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?" Bilal ra. tidak menjawab pertanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah s.w.t.telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w. oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah s.a.w." Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah s.a.w." Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah s.a.w. "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah s.a.w., anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. Setelah Rasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah s.a.w., siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah s.w.t. dengan badan saya. Dan Allah s.w.t. menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu" Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah s.a.w. di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah s.a.w. makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah s.w.t. mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan mensolatkan aku ialah Allah s.w.t., kemudian yang akan mensolat aku ialah Jibril a.s., kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bersolat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah s.a.w. anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. bermula. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah s.a.w.. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya Rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah."

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah s.a.w. pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Setelah berkata demikian maka Rasulullah s.a.w. pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah s.w.t. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahawa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah, "Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." Kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali." Berkata Rasulullah s.a.w., "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w..

Apabila Rasulullah s.a.w. melihat kedatangan Jibril a.s. maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahawa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril a.s., "Ya aku tahu" Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t" Berkata Jibril a.s., "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah s.a.w.: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril a.s., "Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud,"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."
Berkata Rasulullah s.a.w.: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku." Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibrila.s. mengalihkan pandangan dari Rasulullah s.a.w. apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril a.s. itu maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril a.s. berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?" Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda,"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga solat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu."
Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahawa: "Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Senin, 20 Juni 2011

Sepuluh tanda-tanda Qiamat

Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: "Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari qiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab dan terakhir adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia menuju Padang Mahsyar mereka".
(
H.R Muslim)

Keterangan:
Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
  1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
  2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
  3. Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.
  5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  7. Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
  8. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin
  9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
  10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

Minggu, 12 Juni 2011

beberapa hadits yang menerangkan tentang hari kiamat

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menerangkan tentang hari kiamat.

1. Dari Abi Hurairah ra., ia berkata: "Ketika Rasulullah saw. sedang dalam perjalanan suatu majlis berbincang dengan sekelompok orang (para sahabat), datanglah kepada beliau seorang desa yang lantas saja bertanya: "Kapankah hari kiamat itu?" Rasulullah saw. meneruskan pembicaraannya. Sebagian orang berbisik: "Beliau (Rasulullah) mendengar apa yang ditanyakan orang itu, tetapi tidak suka apa yang ditanyakan itu." Yang lain berkata: "Tidak, belia tidak mendengar." Setelah pembicaraan beliau selesai, beliau bertanya: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang yang bertanya menyahut: "Ini aku wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda: "Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat." Orang itu bertanya: "Bagaimana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat."
(HR. Bukhari)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Demi Zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, dunia tidak akan hancur sehingga ada orang yang melewati kubur orang lain, maka dia berhenti lalu berkata: "Alangkah senangnya jika aku yang menjadi penghuni kubur ini," dan demikian itu bukan ajaran agama, hanya karena beratnya cobaan di dunia."
(HR. Bukhari dan Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

3. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Hari kiamat tidak akan datang sebelum sungai Eufrat memunculkan suatu bukit emas yang menimbulkan perang, dimana setiap seratus orang akan mati sembilan puluh sembilan, dan masing-masing orang di antara mereka itu berkata: "Semoga saya yang selamat."
Dalam sebuah riwayat dikatakan: "Sungai Eufrat nyaris memunculkan emas yang disimpannya, barangsiapa yang mendapatkannya, maka janganlah ia mengambil sesuatu daripadanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

4. Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Nanti pada akhir zaman ada di antara pemimpin-pemimpin kalian yang menabur-naburkan uang dan tidak bisa dihitung."
(HR. Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

5. Dari Abu Musa Al Asy'ariy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang berkeliling mengeluarkan sedekah yang berupa emas, tetapi tidak ada seorangpun yang bersedia menerimanya. Dan akan kelihatan seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh perempuan yang ingin berlindung kepadanya, karena sedikitnya orang laki-laki dan banyaknya orang perempuan."
(HR. Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

6. Di antara tanda-tanda (datangnya) kiamat ialah: ada orang di dalam masjid tapi tidak melaksanakan shalat dua rakaat, orang tidak lagi mengucapkan salam kecuali kepada orang yang dikenalnya, dan anak kecil menyuruh-nyuruh orang tua.
(HR. At Thabrani dari Ibnu Mas'ud)
-Mukhtar Al Hadits: 159

7. Ketika hari kiamat telah dekat, maka manusia semakin rakus pada dunia dan semakin jauh dari Allah.
(HR. Hakim dari Ibnu Mas'ud)
-Mukhtar Al Hadits: 30

8. Di akhir zaman sedikit sekali ditemukan uang yang halal dan saudara (teman) yang dapat dipercaya.
(HR. Ibn Asakir dari Ibn Umar)
-Mukhtar Al Hadits: 31

9. Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana orang mukmin di waktu itu lebih hina daripada dombanya.
(HR. Ibn Asakir dari Anas)
-Mukhtar Al Hadits: 186

10. Di akhir zaman nanti banyak orang ahli ibadah yang bodoh dan ahli qira'ah yang fasik.
(HR. Abu Na'im)
-Mukhtar Al Hadits: 188

11. Akan datang suatu zaman dimana manusia tak lagi mempedulikan apakah yang dia cari itu halal ataukah haram.
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
-Jawahir Al Bukhari

12. Rasullah saw. bersabda: "Akan datang kepada umatku suatu zaman dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara, yaitu: mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat, mencintai hidup dan melupakan mati, mencintai gedung dan melupakan kubur, mencintai harta dan melupakan hari penghitungan, dan mencintai makhluk dan melupakan Khalik.
(Tertulis dalam Nashaih Al Ibad: 36-37)